Jumat, 26 Oktober 2012

JANGAN KARENA PILKADA KERUKUNAN YANG TELAH TERBANGUN JADI RUSAK


INFO, Banyumas,- Jangan Karena Pilkada persatuan, kerukunan dan jalinan silaturahmi yang telah terbangun selama 5 tahun rusak ” demikian ajakan Bupati Mardjoko dalam sambutan mengawali pelaksanaan shoal Idhul Adha 1433 Hijriah Tahun 2012 di Alun-alun Purwokerto, Jum’at (26/10) kemarin.
Mardjoko mengatakan, Tahun 2012 merupakan tahun terakhir masa jabatannya sebagai Bupati Banyumas periode Tahun 2008-2013 dari hasil pemilihan langusung pertama oleh rakyat  dengan niat beribadah yaitu nambal sing bocor, ngrapeti sing Bolong dan Nglencengaken Sing Bengkong, Sing Wis Lenceng Aja Bengkong Maning.
Menurut Mardjoko, Kabupaten Banyumas 5 tahun terakhir secara umum memperlihatkan kemajuan yang semakin baik, hal ini dapat dilihat dari naiknya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan Asli Daerah, Menurunya angka kemiskinan dan Pengangguran, dan diraihnya 130 Prestasi baik dari tingkat Provinsi Nasional maupun Internasional.
Upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyrakat kedepan terus dilakukan hal ini dapat dilihat dengan dimulainya pembangunan pabrik semen di Ajibarang dengan investasi 3 Trilyun menyerap tenaga kerja ribuan orang dan akan menambah Pendapatan Asli Daerah 20 milyar pertahun yang diperkirakan selesai 2-3 Tahun kedepan.
Disisi lain Pembangunan Rita Mall dan Hotel dengan investasi 1 Trilyun dan akan selesai 2 tahun kedepan akan mampu menyerap tenaga kerja sampai dengan 2.500 orang juga akan berdampak positif terhadap berkurannya penganguran, beroprasinya panas bumi di gunung Slamet 4 Tahun lagi  dengan modal 5 trilyun rupiah akan banyak menghasilkan pendapatan asli Daerah dan akan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Ditahun 2012, sampai dengan bulan Oktober, Kabupaten Banyumas telah mampu memperoleh prestasi dan penghargaan sebagai ujud dari pengakuan hasil kenerja diri pemerintah pusat diataranya apresiasi Wajar Tanpa Pengecualian dari Wakil Presiden RI karena Kabupaten Banyumas telah mampu menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2011 dengan capaian standar tertinggi dalam akutansi dan pelaporan keuangan pemerintah Tahun Anggaran 2011 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sebelumnya dari Tahun 2005-208 Disclaimer/rapot Merah, Tahun 2009-2010 Wajar dengan Pengecualian.
Penghargaan lain yaitu Satya Lencana Pembangunan bidang Koprasi, Satya Lencana Pembangunan Bidang Pertanian, Juara 1 Nasional Lomba pasar Desa patikraja Kecamatan Patikraja, Wahana Tata Nugraha untuk kedua kalinya, Tehe Best Achievemement Tourism Award 2012 dalam bidang pariwisata, Penghargaan ICT Pura 2012 di bidang Tekhnologi dan seni Lengger Calung Banyumasan yang mendunia dengan berbagai pertunjukan termasuk diantaranya pada tanggal 17 Agustus 2012 tampil di Istana Negara atas permintaan Presiden RI dan disaksikan oleh perwakilan luar negeri (duta besar) yang ada di Indonesia. 
Terkait dengan jemaah haji Banyumas, Mardjoko mengatakan, tahun 2012 Jemaah haji Kabupaten Banyumas sebanyak 1.140 Orang naik 21 orand dari tahun 2011 dan 500 lebih diantaranya  adalah tamatan Sekolah Dasar, hal ini mengindikasikan bahwa nmasyarakat Banyuma semakin sejahtera dan animo kaum muslimin dan muslimat di Kabupaten Banyumas untuk menunaikan ibadah haji semakin meningkat, meski disadari bahwa penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan selama kurun lima tahun belum sepenuhnya dapat memuaskan semua pihak, untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulunyas.
Mardjoko juga mengajak masyarakat Banyumas untuk  bersama-sama mensukseskan PILKADA pada tanggal 17 Pebuari 2013 dengan menjaga persatuan dan kesatuan, kerukunan dan iklim yang kondusif dengan  tidak mengobar kobarkan kebencian, permusuhan dan membuka aib orang lain. “ kalau cocok kepada salah satu calon masukan dalam hati, kalo tidak suka terhadap salah satu calon juga dimasukan dalam hati “ imbuhnya.
Sementara khotib Idhul Adha, Ustad DR. H. Noor Aziz Said, SH, MH dalah khotbahnya menyampaikan tentang Idhul qurban sebagai inspirasi dan Tauladan untuk membentuk Masyarakat Patriotik, Tangguh, Berdedikasi, Ikhlas, Taat serta memiliki kepedulian Sosial dengan mensuritauladani Nabii Ibrahim As dan Nabi ismail As dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keteguhan, ketangguhan dan ketabahan serta ke ikhlasan.
sholat Idhul Adha dahului dengan laporan pelaksanaan oleh sekretaris PHBI Imam Mukhlis yang melaporkan tentang jumlah hewan qurban di wilayah eks Kotatip Purwokerto sejumlah 891 ekor sapid an 2.912 ekor kambing dan hewan qurban dari Pemerintah Daerah berupa 4 ekor sapi yang telah dibagikan di Desa Tlaga Kecamatan gumelar, Desa Canduk kecamatan Lumbir, Desa Watu Agung Kecamatan Tambak dan Desa Plana Kecamatan Somagede. Bertindak selaku imam Imam  H. Ma’mum Al Kahfi. SHI. Dan diikuti ribuan umat islam di sekitar Purwokerto. (Adhy)

Kamis, 25 Oktober 2012

51,09 Persen Masyarakat Miskin Terlayani Asuransi Kesehatan


Info, Cilacap –  Saat ini, masyarakat miskin di Kabupaten Cilacap yang dibiayai oleh jamkesda sekitar 472.589 jiwa dan 658.520 jiwa dibiayai oleh jamkesmas. Bila dilihat prosentasenya, masyarakat miskin yang terlayani  dalam jaminan pelayan kesehatan mencapai sekitar 51,09 persen. Seperti diketahui sumber dana untuk menopang jamkesmas mutlak dari APBN sedangkan jamkesda ditopang oleh APBD.
 Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Cilacap, Dr Bambang Setyono MMR saat ditemui dikantornya
“Prosentase tersebut berdasarkan data base yang kami miliki sesuai dengan pendataan yang dilakukan dilapangan pada tahun 2011 yang kemudian dilounchingkan pada tahun 2012 ini,” katanya.
Lebih lanjut, Bambang menambahkan, pelayanan kesehatan jamkesmas maupun jamkesda bagi masyarakat prosedur atau aturannya adalah mereka harus ke puskesmas terlebih dahulu sebelum ke rumah sakit.
“Pelayanan kesehatan jamkesda maupun jamkesmas bila akan ke rumah sakit harus ada surat rujukan dari pemberi pelayanan kesehatan (PPK) tingkat pertama seperti puskesmas dan dokter keluarga,” katanya.
Menurutnya, jika memang sudah merupakan kasus yang dirujuk PPK tingkat pertama pasti dilayani. Namun apabila langsung datang kerumah sakit dengan membawa kartu jamkesmas atau jamkesda tidak melewati PPK tingkat pertama sah-sah saja kalau ditolak atau ditelantarkan. “Namun masih ada kebijakan, jika sangat mendadak pada malam hari, pasien baik jamkesda maupun jamkesmas sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit.  Besoknya baru mengurus rujukannya,” kata Bambang.
Dia mengimbuhkan, satu hal, rumah sakit itu sekarang dengan melayani jamkesmas dan jamkesda sangat senang sekali karena klaimnya pasti dibayar. Sekarang ini, dimana-mana bidikan rumah sakit daerah yang menjadi prioritas adalah jamkesmas
“Kendati demikian, bagi masyarakat yang sudah terdaftar di Jamkesda maka tidak terdaftar di Jamkesmas, begitu pula sebaliknya. Sesuai database yang kami miliki,” tegas Bambang.
Dia menerangkan, untuk pelayanan kesehatan yang menerima Jamkesda dan Jamkesmas adalah RSUD dan RSI Fatimah. Karena rumah sakit swata yang baru siap memberikan pelayan kesehatan bagi jamkesmas dan jamkesda adalah Rumah Sakit Islam Fatimah.
Bambang juga menghimbau kepada masyarakat Cilacap agar bisa menggunakan hak Jamkesda dan Jamkesma. Sebaiknya, masyarakat miskin harus cermat jika keluarganya sedang sakit, pilih Puskesmas terdekat atau RSUD agar jamkesda atau Jamkesmasnya bisa digunakan dengan baik. // dodo




Selasa, 23 Oktober 2012

KEGIATAN SOSIAL KEMASYARAKATAN GARDU PRABOWO


INFO, Purbalingga,- Kegiatan sosial kemasyarakatan GARDU (Gerakan Rakyat Dukung) PRABOWO Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Purbalingga selama ini terus berjalan meski tanpa publikasi apapun. Hal ini adalah bagian dari komitmen  keberadaan GARDU PRABOWO untuk masyarakat.
Bekerja sama dengan Partai Gerindra dan LSM FAKTA, beberapa waktu lalu Gardu Prabowo DPC Kab.Purbalingga nampak tengah membawa seorang pasien dari desa Mipiran Kecamatan Padamara Kab.Purbalingga yang sedang membutuhkan pelayanan gratis ambulance untuk di bawa ke RS Nirmala Purbalingga.
“Sejak awal didirikan dan diperkuat dengan rapat koordinasi beberapa waktu lalu (20/10) di Sukoharjo Surakarta, tujuan kami tetap yaitu betekad memenangkan Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 nanti” tegas Pri Darwanto Ketua DPC Gardu Prabowo Kab Purbalingga.

ia menegaskan  bahwa Gardu Prabowo jelas mengambil bentuk sebagai ormas sebagaimana ditegaskan dalam AD/ART, bukan sebagai sayap partai Gerindra, dan anggota Gardu Prabowo tidak hanya terdiri dari kader partai Gerindra tetapi juga kader dan simpatisan partai lain yang ikut mendukung Prabowo maju sebagai calon presiden. 

"Ormas kami ini apapun partainya, presidennya adalah Prabowo Subianto, kami sudah sangat lama menantikan presiden yang memiliki kemampuan menjaga stabilitas keamanan NKRI sekaligus tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan Undang Undang Dasar 1945 sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia" ucap Pri Darwanto. Ia yakin bahwa di bawah Prabowo Subianto sebagai presiden, Indonesia akan bersatu padu dan kuat seperti masa Gajah Mada yang berhasil menyatukan Nusantara, dan Gardu Prabowo tidak menawarkan alternatif calon presiden lain di luar Prabowo Subianto. "Tak ada tawar menawar, Prabowo target RI-1 untuk 2014". tegasnya. (Adhy) 
   


SELANGKAH LAGI BANYUMAS RAIH PENGHARGAAN NASIONAL BIDANG PU SUB BIDANG PSDA


INFO, Banyumas,- Kabupaten Banyumas kembali mendapat kesempatan meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini di bidang Pekerjaan Umum (PU) khususnya pengelolaan Sumber Daya Air. Bahkan, saat ini Banyumas telah masuk dalam kelompok 4 besar se-Indonesia, selangkah lagi menuju keputusan akhir kompetisi.

Hal ini terungkap saat penerimaan tim penilai nasional Lomba Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang PU (LKPD-PU) Sub Bidang SDA di Ruang Salon Rumah Dinas Bupati Banyumas belum lama ini. Tim penilai yang diketuai Imam Wahyudi, Guru Besar dari Universitas Sultan Agung Semarang diterima oleh Bupati Banyumas, Mardjoko didampingi Sekda, Staf Ahli, Asisten Sekda dan Kepala Dinas/Instansi terkait, Selasa (23/10).

Bupati Mardjoko dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian PU kepada Kabupaten Banyumas sehingga Banyumas bisa sampai pada posisi 4 besar pada lomba tersebut. Selanjutnya Mardjoko menyampaikan, secara umum pengelolaan SDA di Kabupaten Banyumas telah berjalan dengan cukup baik.

Mengingat kondisi demikian, Mardjoko berharap hasil penilaian tim mampu mengantarkan Banyumas menjadi juara, tetapi Mardjoko menyerahkan hasil sepenuhnya kepada tim penilai. ”Kalau menang Alhamdulillah, kalau tidak menang pengalaman ini akan kami jadikan evaluasi untuk perbaikan kedepan. Yang terpenting, kami berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya para petani” kata Mardjoko.

Ir Widiarto SP1, salah seorang anggota tim dari Direktorat Jenderal SDA Kementrian PU RI usai mengenalkan anggota tim menjelaskan, PKPD-PU merupakan salah satu wujud pembinaan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Selain Sub Bidang SDA, beberapa bidang lain yang menjadi binaan Kementrian PU yaitu Cipta Karya, Tata Ruang, Bina Marga, dan Pengelolaan Jasa Konstruksi.

Tujuan diselenggarakannya lomba PKPD-PU, kata Widiarto untuk memotret bagaimana penyelenggaraan tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam bidang PU, khususnya SDA. Selanjutnya juga untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan pelayanan minimal kepada masyarakat.

Mengenai posisi Kabupaten Banyumas Widiarto menyebut, berdasarkan nilai yang dikumpulkan dari data-data yang telah dikirimkan oleh Dinas SDABM, saat ini Kabupaten Banyumas telah menempati posisi 4 besar, bersama Kabupaten Gianyar Provinsi Bali, Malang-Jawa Timur, dan Lombok-NTB. Kunjungan yang dilakukan untuk memverifikasi data sebagai pelengkap penilaian.

Widiarto juga menjelaskan, penentuan kejuaraan dalam lomba tersebut didasarkan pada 5 aspek penilaian meliputi : konservasi SDA, pendayagunaan SDA termasuk didalamnya sarana irigasi, pengendalian daya rusak (bencana banjir dan lain-lain), pemberdayaan masyarakat dan sistem informasi SDA.

Usai diterima bupati, rombongan tim penilai didampingi dinas/instansi terkait melakukan peninjauan lapangan di beberapa lokasi, diantaranya Bendung Kediri, Bendung Gerak Serayu, Situ Banban Kedungwringin Jatilawang, Kantor Unit SDABM Jatilawang, dan Situ Pernasidi Cilongok.(Adhy)

Banyumas Siap menuju Era Digital  Terima Penghargaan ICT Pura dari Kemenkominfo

INFO, Banyumas,-  Secara nasional, Kabupaten Banyumas adalah salah satu kabupaten yang telah siap menyongsong datangnya Era Digital. Hal ini ditandai dengan diterimanya penghargaan ICT Pura tahun 2012 dari Kementrian Komunikasi dan Informatika RI. Banyumas menjadi satu dari 165 kabupaten/kota di Indonesia yang diprioritaskan dalam program tersebut.
ICT Pura adalah gerakan bersama seluruh komponen bangsa yang dimotori oleh Kementrian Kominfo, untuk memetakan, mengukur dan mengapresiasi kabupaten/kota di seluruh Indonesia terkait kesiapan dalam memasuki era digital tahun 2015. Tujuannya untuk memetakan indeks kesiapan menuju era masyarakat digital yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Penganugerahan ICT Pura 2012 dilakukan di Grand Ballroom, Hotel Grand Aston Medan pada Kamis (18/10). Penyerahan penghargaan berupa plakat dan piagam dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar kepada Sekda Kabupaten Banyumas, Mayangkoro mewakili Bupati Banyumas, Mardjoko.
Kasi Telematika Dinhubkominfo Kabupaten Banyumas, Jakarta Tisam yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan, Banyumas meraih predikat terbaik ke-9 dari 27 kabupaten/kota dari 14 provinsi di Indonesia. Di Jawa Tengah, Banyumas menjadi yang teratas diantara 3 kabupaten penerima. Selain Banyumas, 2 kabupaten lainnya adalah Pekalongan di urutan ke-15, dan Jepara di urutan ke-21.
Jakarta menuturkan, sesuai dengan sistem penilaian yang dipergunakan dalam kuesioner pemetaan, nilai indeks ICT Pura Kabupaten Banyumas sebesar 3,25. Arti dari nilai indeks tersebut adalah Kabupaten Banyumas telah siap untuk menghadapi era ekonomi digital, dengan predikat I-Madya.
Jakarta menambahkan, komponen indeks yang dinilai meliputi ICT Use (Intensity)—peran pemkab dalam mengelola TIK dengan berbagai kebijakan, peraturan, dan keputusan bobot 40%; ICT Readiness (Infrastructure)—ketersediaan infrastruktur TIK (20%); ICT Capability (Skills)—sumber daya dan kemampuan mengeksplorasi dan mengeksploitasi aset TIK yang dimiliki (25%); dan ICT Impact (Outcomes)–manfaat langsung dari keberadaan TIK (15%).
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Mayangkoro usai menerima penghargaan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Banyumas dan komponen masyarakat Banyumas atas kerjasama yang telah dilakukan sehingga Kabupaten Banyumas dapat menerima penghargaan ICT Pura 2012.
Mayangkoro juga berpesan, agar penghargaan tersebut dapat memotivasi Kabupaten Banyumas, agar kedepan terus mempersiapkan diri sehingga siap menghadapi era ekonomi digital, bahkan sebelum era ini secara resmi dimulai secara nasional.(Adhy)

Cegah Tawuran Dengan Tingkatkan Potensi Bakat Minat Pelajar


INFO, Cilacap - Faktor yang mendorong siswa melakukan tawuran salah satunya karena mereka sangat kelebihan energi potensi, sehingga jika tidak disalurkan bakat minat mereka bisa disalahgunakan dan terjerumus ke hal-hal yang negatif seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba serta pergaulaan bebas. 
Hal tersebut disampaikan Kepala SMK Dr Soetomo Cilacap, Drs Eko Widodo MM, ketika ditemui INFO dikantornya, Selasa (2/10). 
"Tawuran pelajar sebenarnya bisa dipantau dengan cara kerjasama yang harmonis antara pihak sekolah dan orang tua siswa, semua kegiatan siswa harus tetap diawasi, baik pada jam sekolah maupun diluar jam sekolah," katanya. 
Sekolah merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah, pihak sekolah, orang tua murid dan masyarakat. Sehingga kegiatan siswa dapat terpantau, jika menjurus ke hal-hal negatif dapat diluruskan atau dibina sebelum kebablasan.  
Menurut Eko, pada jam sekolah, siswa merupakan tanggung jawab pihak sekolah dalam pengawasannya. Kendati demikian, sekolah itu sendiri memiliki tata tertib atau aturan yang harus ditaati oleh siswa. 
"Jika peraturan tersebut dilanggar, mereka akan diberi sanksi baik secara tertulis, skorsing, pemanggilan orangtua bahkan sampai dengan dikeluarkan dari sekolah," tambahnya. 
Dijelaskan, untuk mencegah hal tersebut, mereka diarahkan dalam minat bakat dan kemauan dengan diberikan kegiatan tambahan diluar jam sekolah seperti kegiatan pratek, sehingga siswa bisa diarahkan untuk hal-hal yang positif karena fasilitas seperti bengkel mesin, otomotif, listrik dan sebagainya sudah tersedia. 
Selain kegiatan tersebut, imbuhnya, pemantauan diluar jam sekolah terus dilakukan oleh pam sekolah (pengamanan sekolah) yang berjumlah 5 personil.  Mereka akan bertugas secara bergantian untuk memantau siswa usai jam sekolah.
"Tiga personil bertugas disekolah sedangkan dua personil akan turun kelapangan. Jika ditemukan pelajar sedang berkumpul di suatu tempat segera dibubarkan oleh pam sekolah agar segera pulang kerumah masing-masing untuk mencegah hal yang tidak diinginkan," terang Eko.
Dia berharap, dengan diadakan berbagai  kegiatan seperti pekan olahraga siswa, kedepan penyaluran bakat minat, pemantauan setelah jam sekolah, serta area hotspot sebagai tempat berkumpul agar mereka bisa saling menghargai dan berbagi sehingga terbina hubungan yang baik antar pelajar.
"Disamping itu kerjasama orang tua dan pemerintah sangat mendukung dalam menciptakan generasi yang berdedikasi, bermartabat dan berakhlak," kata Eko. // dodo

Senin, 22 Oktober 2012

Minim Sarpras Perlu Kebijakan Khusus Pemerintah


 Kondisi gedung sekolahan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Islah Wringinharjo yang beralamat di Jl. Tanjungwangi No. 9, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah saat ini sangat memprihatinkan.
Meski dalam keadaan yang memprihatinkan, namun MTs yang berdiri tahun 1983, tetap berusaha mendidik siswa-siswinya sehingga mampu memiliki 216 siswa, 17 tenaga pendidik serta 4 tenaga kependidikan.
MTs Al Islah sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat. Karena, untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) sangat memprihatinkan, selain bagian atap  dan dinding ruang kelas yang sudah lapuk, ketika musim hujan proses KBM terganggu, lantaran air masuk kedalam kelas.
Menurut Kepala Sekolah MTs Al Islah, M. Abdul Wahid, setelah adanya bantuan operasional sekolah (BOS) sekolah kami tidak pernah menarik biaya kepada siswa alias gratis. Jadi untuk semua kegiatan disekolah andalanya, ya dari dana BOS itu. Terkadang, kami repot juga untuk membayar honor tenaga pendidik dan kependidikan, jika dana BOS terlambat turun
Keinginan kami adalah memiliki  komputer dan merehab 5 ruang kelas serta mempunyai perpustakaan. Pasalnya ruang perpustakaan yang sekarang di gunakan adalah ruang laboratorium IPA,” ungkapnya.
Wahid berharap kepada pemerintah agar memberikan bantuan untuk merehab ruang kelas yang sudah tidak layak  supaya  pantas dan dapat digunakan kegiatan belajar, sehingga MTs Al Islah bisa mencetak generasi yang terampil, cerdas, bertaqwa dan berdedikasi tinggi khususnya di wilayah Wringinharjo.//dodo