Selasa, 23 Oktober 2012

Cegah Tawuran Dengan Tingkatkan Potensi Bakat Minat Pelajar


INFO, Cilacap - Faktor yang mendorong siswa melakukan tawuran salah satunya karena mereka sangat kelebihan energi potensi, sehingga jika tidak disalurkan bakat minat mereka bisa disalahgunakan dan terjerumus ke hal-hal yang negatif seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba serta pergaulaan bebas. 
Hal tersebut disampaikan Kepala SMK Dr Soetomo Cilacap, Drs Eko Widodo MM, ketika ditemui INFO dikantornya, Selasa (2/10). 
"Tawuran pelajar sebenarnya bisa dipantau dengan cara kerjasama yang harmonis antara pihak sekolah dan orang tua siswa, semua kegiatan siswa harus tetap diawasi, baik pada jam sekolah maupun diluar jam sekolah," katanya. 
Sekolah merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah, pihak sekolah, orang tua murid dan masyarakat. Sehingga kegiatan siswa dapat terpantau, jika menjurus ke hal-hal negatif dapat diluruskan atau dibina sebelum kebablasan.  
Menurut Eko, pada jam sekolah, siswa merupakan tanggung jawab pihak sekolah dalam pengawasannya. Kendati demikian, sekolah itu sendiri memiliki tata tertib atau aturan yang harus ditaati oleh siswa. 
"Jika peraturan tersebut dilanggar, mereka akan diberi sanksi baik secara tertulis, skorsing, pemanggilan orangtua bahkan sampai dengan dikeluarkan dari sekolah," tambahnya. 
Dijelaskan, untuk mencegah hal tersebut, mereka diarahkan dalam minat bakat dan kemauan dengan diberikan kegiatan tambahan diluar jam sekolah seperti kegiatan pratek, sehingga siswa bisa diarahkan untuk hal-hal yang positif karena fasilitas seperti bengkel mesin, otomotif, listrik dan sebagainya sudah tersedia. 
Selain kegiatan tersebut, imbuhnya, pemantauan diluar jam sekolah terus dilakukan oleh pam sekolah (pengamanan sekolah) yang berjumlah 5 personil.  Mereka akan bertugas secara bergantian untuk memantau siswa usai jam sekolah.
"Tiga personil bertugas disekolah sedangkan dua personil akan turun kelapangan. Jika ditemukan pelajar sedang berkumpul di suatu tempat segera dibubarkan oleh pam sekolah agar segera pulang kerumah masing-masing untuk mencegah hal yang tidak diinginkan," terang Eko.
Dia berharap, dengan diadakan berbagai  kegiatan seperti pekan olahraga siswa, kedepan penyaluran bakat minat, pemantauan setelah jam sekolah, serta area hotspot sebagai tempat berkumpul agar mereka bisa saling menghargai dan berbagi sehingga terbina hubungan yang baik antar pelajar.
"Disamping itu kerjasama orang tua dan pemerintah sangat mendukung dalam menciptakan generasi yang berdedikasi, bermartabat dan berakhlak," kata Eko. // dodo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar