Senin, 22 Oktober 2012

Minim Sarpras Perlu Kebijakan Khusus Pemerintah


 Kondisi gedung sekolahan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Islah Wringinharjo yang beralamat di Jl. Tanjungwangi No. 9, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah saat ini sangat memprihatinkan.
Meski dalam keadaan yang memprihatinkan, namun MTs yang berdiri tahun 1983, tetap berusaha mendidik siswa-siswinya sehingga mampu memiliki 216 siswa, 17 tenaga pendidik serta 4 tenaga kependidikan.
MTs Al Islah sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat. Karena, untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) sangat memprihatinkan, selain bagian atap  dan dinding ruang kelas yang sudah lapuk, ketika musim hujan proses KBM terganggu, lantaran air masuk kedalam kelas.
Menurut Kepala Sekolah MTs Al Islah, M. Abdul Wahid, setelah adanya bantuan operasional sekolah (BOS) sekolah kami tidak pernah menarik biaya kepada siswa alias gratis. Jadi untuk semua kegiatan disekolah andalanya, ya dari dana BOS itu. Terkadang, kami repot juga untuk membayar honor tenaga pendidik dan kependidikan, jika dana BOS terlambat turun
Keinginan kami adalah memiliki  komputer dan merehab 5 ruang kelas serta mempunyai perpustakaan. Pasalnya ruang perpustakaan yang sekarang di gunakan adalah ruang laboratorium IPA,” ungkapnya.
Wahid berharap kepada pemerintah agar memberikan bantuan untuk merehab ruang kelas yang sudah tidak layak  supaya  pantas dan dapat digunakan kegiatan belajar, sehingga MTs Al Islah bisa mencetak generasi yang terampil, cerdas, bertaqwa dan berdedikasi tinggi khususnya di wilayah Wringinharjo.//dodo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar